;

Sabtu, 13 September 2025

Sampahmu, Bencanaku!!!?

Sabtu, 13 September 2025


Membuang sampah ke saluran irigasi bukan solusi, melainkan sumber masalah (https://perumdamts.com/dampak-membuang-sampah-ke-sungai/). Sampah yang menumpuk menyumbat aliran air, memicu banjir, merusak sawah, serta mencemari lingkungan hingga menjadi sarang penyakit (https://ugm.ac.id/id/berita/17949-sampah-plastik-paling-banyak-mencemari-irigasi/).

Ini adalah contoh nyata paradigma “out of sight, out of mind” yang keliru. Sampah yang kita buang tidak hilang, hanya berpindah tempat, lalu kembali dalam bentuk bencana, penyakit, dan kerugian ekonomi (https://rri.co.id/opini/739763/sampah-dan-kinerja-sistem-irigasi)

Saluran irigasi adalah urat nadi pertanian sekaligus penjaga keseimbangan air. Menjaganya tetap bersih bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Setiap warga perlu menjadikannya sebagai investasi bagi ketahanan pangan, kesehatan, dan masa depan yang berkelanjutan.




MUHAMMAD YANIS - Sabtu, September 13, 2025

Senin, 14 Juli 2025

Hari Pertama Sekolah, Antara Euforia, Tanggung Jawab, dan Edukasi Sosial

Senin, 14 Juli 2025

Hari pertama sekolah selalu membawa suasana yang berbeda. Di berbagai daerah, tampak antusiasme orang tua yang tinggi dalam mengantar anak-anak mereka ke sekolah. Sebuah gerakan positif yang patut diapresiasi, karena secara simbolis ini menyampaikan pesan motivasi yang kuat bagi anak-anak: “Nak, Ayah hadir, Ibu hadir. Jangan takut, kami bersamamu. Hilangkan gundah, melangkahlah menuntut ilmu dengan percaya diri.”

Namun, di balik semangat yang membuncah ini, perlu juga kita sisipkan ruang untuk melakukan auto-kritik. Jangan sampai momentum ini sekadar menjadi ajang pamer kehadiran, yang kemudian terjebak dalam riuh penampilan dan kompetisi sosial yang tak disadari.

Kita perlu menyadari bahwa saat orang tua hadir, sejatinya mereka sedang mengajar, bukan hanya hadir secara fisik. Mereka sedang menjadi “guru pertama” dalam kehidupan sosial anak-anaknya. Maka, alangkah bijaknya jika momen ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan nilai-nilai empati dan kesetaraan. Misalnya, saling menyapa sesama orang tua, memperkenalkan anak-anak satu sama lain, menunjukkan kepada mereka bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar dari buku, tapi juga ruang membangun relasi dan menghargai keberagaman.

Sayangnya, kadang justru terjadi ironi. Orang tua yang datang dengan fasilitas mewah—mobil mahal, baju seragam custom, atau perlengkapan berlebihan—tanpa sadar bisa menciptakan tekanan sosial bagi anak-anak lain dan keluarganya. Apa yang semula diniatkan sebagai bentuk kasih sayang, bisa saja terbaca sebagai ajang unjuk kuasa sosial. Bukannya mendidik anak untuk peduli dan rendah hati, kita justru memperkenalkan mereka pada standar-standar semu yang menjauhkan nilai kesederhanaan.

Beruntunglah mereka yang hadir dengan kesederhanaan dan ketulusan. Mereka sedang memberi pelajaran hidup yang mahal: bahwa kasih sayang tidak diukur dari merek tas atau harga sepatu, melainkan dari kehadiran yang tulus dan pembelajaran sosial yang mereka wariskan. Sebab sejatinya, pendidikan karakter tidak dimulai di ruang kelas, tetapi di langkah kecil menuju gerbang sekolah—di mana anak melihat langsung bagaimana orang tuanya bersikap terhadap dunia.

Mari rayakan hari pertama sekolah, bukan hanya dengan bangga, tapi juga dengan bijak. Karena yang dilihat anak bukan hanya jalan menuju ruang kelas, tapi juga jalan menuju kedewasaan yang penuh empati dan tanggung jawab. (Y@n)

MUHAMMAD YANIS - Senin, Juli 14, 2025

Jumat, 21 Juli 2017

Jumat, 21 Juli 2017





Dibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus. Jawablah semua tanpa banyak pikir. Kamu cuma boleh berpikir s-e-d-e-t-i- k, jawab segera . OK?

Ayo cari tahu, seberapa pintarkah anda...
Siaaaap???? GO!!! (ayoo gulung layar)


Pertanyaan pertama:

Kamu ikut lomba lari marathon. Dengan semangat yang membara Kamupun berhasil menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?
............ ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ..


Jawaban:
Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR Jika kamu menyalip orang nomor dua, sekarang kamulah yang ada di posisi nomor dua!
Jangan ngaco lagi, yaaaaa?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua,
tapi
jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi, OK ?
Pertanyaan Kedua:

Jika kamu menyalip orang di posisi terakhir, sekarang kamu di posisi?

(gulung layar aja deh..)


............ ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ..
Jawaban:
Jika kamu menjawab kamu orang kedua dari terakhir, kamu SALAH LAGI! Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR????
Kamu sebetulnya tidak terlalu pintar, '
kan ?
Pertanyaan ketiga:

Hitung-hitungan yang pelik!
Catatan: kerjakan di pikiranmu
saja.
JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator. Cobalah.


Kamu
1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 30 . !
Tambahkan
1000 lagi< U> . Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000
Sekarang tambahkan
10 . Berapa totalnya?
gulung layar.....
............ ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ..
Apakah hasilnya
5000 ?
Jawaban yang benar adalah 4100.
Kalau tidak percaya, cek aja dengan kalkulator!
Hari apes, ' kan ?
Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar...
....yaa MUNGKiiiN.
Pertanyaan keempat:
Ayah Joni punya lima anak:
1. Nana, 2. Nene, 3. Nini,
4. Nunu. Trus siapa dong nama anak kelima?
............ ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ..
Apa kamu menjawab....
NONO?? huss....ngaco ah...
BUKAN DOONG!
YA iiiiYA LAAAAHHH..!! !
Anak kelima itu ya si
JONi. Baca lagi deh pertanyaannya!



sekarang ronde bonus...okey
SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi , ia berhasil menyampaikan keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi...
Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya hayoo?
............ ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... ..
Langsung aja ngomong kaleeee, dia
kan gak bisu...
____________ _________ _________ _________ _________ __

MUHAMMAD YANIS - Jumat, Juli 21, 2017

Senin, 16 November 2015

JALAN = BERGERAK

Senin, 16 November 2015

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh - sungguh (urusan) yang lain
---QS Asy Syarh (94):7

Sebagai muslim, kita diperintahkan bergerak. Dan memang tugas kita adalah bergerak. Hasil dari gerak kita, hanya Allah yang tahu. Allah-lah yang menentukan apa yang diperoleh dari setiap gerak langkah kita. Yang menjadi kewajiban kita adalah menentukan tujuan yang hendak dicapai dari langkah kita dan memilih jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Capailah setinggi - tingginya impian kita, namun dalam proses mencapainya harus dengan akal sehat. Harus pula pandai - pandai memilih jalan yang tepat.

Jalan Untuk Bergerak
Jalan secara fisik selalu kita butuhkan setiap saat. Di kampung, bahkan jalan menjadi ruang bertegur sapa bagi setiap orang yang lewat. Menuju ke kota dengan segala kesibukan masyarakatnya, sapaan cenderung berubah menjadi sekedar anggukan dan senyuman. Semakin jauh ke jalan raya, bahkan dimana sesama warga tidak saling mengenal, namun mereka memiliki kepentingan yang sama, yaitu menggunakan jalan agar secepat mungkin mencapai tujuannya. Kecenderungan yang terjadi, khususnya di jalan raya kepentingan - kepentingan individu seakan - akan menjadi hal yang utama. Padatnya jalan raya oleh kendaraan bermotor merupakan tanda betapa kuatnya kepentingan induvidu dalam memuaskan kebutuhannya. Kegagalan pemerintah menyediakan kendaraan umum yang dinilai tidak nyaman , aman dan tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat, memperkuat keinginan individu untuk menggunakan kendarannya sendiri. Ditambah kemudahan mendapatkan kendaraan dengan keringanan cicilan, bujukan dan rayuan pemasar kendaraan yang ditugaskan untuk mencapai target penjualan yang dilihat dari banyaknya kendaraan yang berhasil dijual, maka sudah pasti jumlah kendaraan terus berpacu memenuhi jalan raya. Kemacetan dan kesemrawutan menjadi pemandangan keseharian. Perilaku pengguna jalan selalu merasa harus diutamakan dan meminta pengguna jalan lain untuk memberi jalan, meskipun belum tentu diapun akan melakukan hal yang sama terhadap pengguna jalan yang lain, termasuk pejalan kaki yang hendak menyeberang. Opini masyarakat digiring ke arah pemikiran bahwa yang penting pembangunan ke arah kemajuan terus dilakukan, fasilitas dibangun, jalan diperlebar untuk kendaraan pribadi yang membludak. Kesemuanya menjadi alasan pemerintah untuk satu tujuan yaitu peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dengan sumber terbesar berasal dari  pemasukan pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor. Di sisi yang lain, Pemerintah lupa memberi pembelajaran bagi warganya bagaimana menjadi pengguna jalan yang baik.

Bergerak Secara Islami
Islam mengajarkan bahwa siapun tidak diperkenankan mengejar kepuasan pribadi yang menyebabkan kenyamanan orang lain terganggu. Aturan perlu ditegakkan untuk membuat manusia selalu di jalan yang benar. Penanaman aturan perlu dilakukan sedini mungkin tanpa mengenal usia. Sejak anak - anak sudah dilatih mengenal aturan - aturan itu, diajarkan kepatuhan, ditananamkan kesadaran, kedisiplinan dan dituntunnya pengertian - pengertian. Ini berarti jiwa digerakkan ke arah kebenaran dan kebaikan. Ada aturan yang tertulis bahwa jalan raya adalah tempat semua individu patuh tidak berkendaraan cepat, tidak membahayakan orang lain. Agar jiwa selalu bergerak sesuai aturan ia harus dibiasakan, dilatih bahkan dipaksakan dan diberi hukuman bagi yang melanggar.
Bagaimana dengan jiwa yang diam? Islam hanya memberi dua kemungkinan kemana jiwa akan memilih, dosa atau pahala, surga atau neraka, salah atau benar. Dua pilihan tersebut memberi ilustrasi kepada jiwa, bergerak maju lebih Islami, atau bergerak mundur menjauhi Islam.Silahkan memilih!!?

MUHAMMAD YANIS - Senin, November 16, 2015

Rabu, 01 Juli 2015

DIMANA ADA KEMAUAN DISITU ADA JALAN

Rabu, 01 Juli 2015

Ini adalah sekelumit kisah tentang perjuangan mencairkan dana  uang JHT (Jaminan Hari Tua) Jamsostek (sekarang berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan). Awalnya saya baru tahu bahwa dana tersebut baru bisa cair minimal 5 tahun setelah kita resign (berhenti) dari perusahaan, maka setelah dapat info dan rujukan dari internet dan dengan semangat 45 saya mulai mengambil langkah - langkah strategis (memangnya mau berperang? :-)) dan langsung mendapat rintangan yang pertama yaitu Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) termasuk slip penyetoran dana awal hilang entah kemana rimbanya (kebiasaan lama). Sesuai rujukan dari internet maka harus dibuat surat kehilangan dari kepolisian dengan menyertakan nomor KPJ (masalah ke-2, catatan : selalu copy semua berkas penting). Di tahap ini sempat muncul keraguan apa masih memungkinkan untuk melanjutkan perjuangan? Kalaupun bisa cair kira - kira birokrasi apa yang akan saya hadapi dan dokumen apa saja yang harus saya siapkan.

CARI INFORMASI LANGSUNG KE SUMBERNYA

Di tengah kegalauan akhirnya mengambil inisiatif untuk mencari informasi langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan (kebetulan kepesertaan saya di kantor cabang Banda Aceh). Maka langkah strategis berikutnya atas saran pihak BPJS ketenagakerjaan Banda Aceh saya harus mencari nomor KPJ di database (kenapa gak langsung di database BPJS ya?) perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya yang sudah berpindah entah kemana. Sudah bisa ditebak langkah berikutnya adalah petualangan mencari alamat perusahaan lama (teringat tokoh Dora The Explorer) yang akhirnya ketemu juga alamatnya setelah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang bisa dipercaya dan yang tidak bisa di percaya  he... he... Setelah ketemu dengan manager perusahaan yang Alhamdulillah masih kenal dan menerima saya dengan sangat bersahabat dan akan membantu mencarikan nomor KPJ saya di database mereka. Setelah menunggu beberapa hari, dapat kabar dari mereka ternyata di database mereka hanya terdapat data nomor KPJ staff yang satu tahun mulai bekerja setelah saya, sedangkan data staff di tahun sebelumnya sudah tidak ada (kok bisa?). Nah sampai di tahap inilah saya sudah benar - benar pesimis untuk bisa mendapatkan lagi dana BPJS TK tersebut.

DIMANA ADA KEMAUAN DISITU ADA JALAN
Setelah berminggu - minggu tidak terpikirkan lagi masalah dana JHT tersebut, hingga suatu saat dikarenakan ada kegiatan yang harus di lakukan di Lhokseumawe, saya baru teringat pihak BPJS TK Banda Aceh pernah mengatakan untuk mendapatkan informasi layanan BPJS ketenagakerjaan bisa di kantor cabang Lhokseumawe dikarenakan mereka sudah online. Dengan berbekal keyakinan bahwa jika memang Allah berkendak dana tersebut milik saya maka tidak ada yang tidak mungkin. Akhirnya langkah strategis berikutnya adalah ke kantor BPJS TK Lhokseumawe dengan membawa dokumen berikut (silahkan dicatat):
  • Kartu Keluarga (KK) asli + fotocopy
  • Kartu identitas diri KTP/SIM asli + fotocopy
  • Surat keterangan berhenti bekerja (Referensi) asli + fotocopy

Sesampai di kantor BPJS TK sekitar pukul 12.30, saya langsung disambut Satpam. Setelah menjelaskan keperluan saya, dengan mimik serius pak Satpam mengatakan bahwa hari ini terakhir pengurusan pencairan dana JHT untuk 5 tahun, karena jika tidak harus mengikuti ketentuan baru JHT BPJS Ketenagakerjaan per tanggal 01 Juli 2015. "JHT ini baru bisa cair jika Anda sudah bekerja selama 10 tahun, tidak lagi 5 tahun" begitu penjelasan Pak Satpam. Di sinilah saya benar - benar sadar ini semua terjadi dengan izin KUASA Allah SWT. Dan dengan kuasa Allah pula saya merasakan pelayanan yang luar biasa dari pihak BPJS TK, mulai dari mencari nomor KPJ saya di database mereka lalu mengarahkan untuk membuat surat kehilangan dari kepolisian setempat yang terletak di dekat kantor tersebut (saking semangatnya salah masuk ke kantor POLHUT karena bersebelahan dengan kantor BPJS TK). 

Akhirnya setelah semua berkas disiapkan langsung diserahkan ke pihak BPJS dan tanpa menunggu lama akhirnya semua proses administrasi selesai dan saya hanya tinggal menunggu dana tersebut di masukkan ke rekening saya. 

Dari pengalaman tersebut ada beberapa hal yang menjadi catatan penting, yang pertama bahwa selalu libatkan Allah dalam setiap ikhtiar (usaha) kita dan memegang prinsip dimana ada kemauan disitu ada jalan "If there is a will, there is a way". Hal yang kedua, kepesertaan karyawan di BPJS TK menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam memperhatikan kesejahteraan karyawannya (ini harus diperjuangkan rekans). Catatan penting lainnya adalah selalu memberikan pelayanan prima kepada pelanggan kita (apapun profesi kita), kalau mengambil istilah Rhenald Kasali "Memberi Pelayanan Prima Berkelas Hotel Bintang Lima". Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit.

Semoga bermanfaat.
 

MUHAMMAD YANIS - Rabu, Juli 01, 2015

Selasa, 20 Januari 2015

FIGUR MUHAMMAD SAW

Selasa, 20 Januari 2015

Inilah figur Insan Mulia bernama Muhammad SAW yang mereka hina, klik disini!!

MUHAMMAD YANIS - Selasa, Januari 20, 2015

Kamis, 25 Desember 2014

E-MAIL

Kamis, 25 Desember 2014

Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari  kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali. Mereka akan  menempati kembali kamar hotel yang sama dengan ketika mereka berhoneymoon  saat menikah 30 tahun yang lalu. Karena kesibukan sang istri, sang suami harus  terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan  harinya, 

Setelah check in di hotel di Bali, sang suami  mendapati komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di  kamarnya. Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di  kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta. Celakanya, ia salah mengetik  alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan  e-mail tersebut.

Di daerah Cinere, seorang wanita baru kembali dari  pemakaman suaminya yang baru meninggal. Setiba di rumah, ia langsung check  e-mail untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa. Baru selesai membaca  e-mail yang pertama, ia jatuh pingsan. Anak sulungnya yang terkejut kemudian  membaca e-mail tersebut, yang bunyinya:

> To: Isteriku  tercinta
> Subject: Aku udah sampai!!!
> Date: 18 Mei 2005
>
> Aku tahu  pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku.
> Ternyata disini mereka udah  pasang internet juga, katanya biar bisa
> berkirim kabar buat orang-orang  tercinta di rumah.
> Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga  sudah
> mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok.
> Nggak sabar juga  deh rasanya nunggu kamu. Semoga perjalanan kamu ke
> sini juga mengasyikkan  seperti perjalananku kemaren.
> 
> Love,
> Papa
> 
> PS: Disini lagi  panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja

MUHAMMAD YANIS - Kamis, Desember 25, 2014

KEBOHONGAN SEORANG IBU


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
(Disadur dari www.kidung.com)

MUHAMMAD YANIS - Kamis, Desember 25, 2014

UNIQUE FACTS ABOUT INTERNET









MUHAMMAD YANIS - Kamis, Desember 25, 2014

Senin, 22 Desember 2014

ANTI-STRESS SONG

Senin, 22 Desember 2014

Buat yang lagi stress, ini bisa sedikit melegakan Anda
Lagu Anti Stress

MUHAMMAD YANIS - Senin, Desember 22, 2014

Kamis, 18 Desember 2014

WISATA RELIGI KE MASJID INDRAPURI

Kamis, 18 Desember 2014

Masjid Indrapuri, Aceh Besar, Propinsi Aceh merupakan salah satu masjid tertua di Aceh. Masjid ini memiliki nilai historis yang sangat penting bagi perkembangan Islam di Aceh, yang dibangun sebelum ada Kerajaan Islam Aceh, tepatnya sekitar abad 12 Masehi. Banyak masyarakat mempercayai masjid ini dibangun di atas pertapakan bekas candi karena dulunya adalah lokasi Kerajaan Hindu.


Sultan Muhammad Daud Syah
Pada masa awal penyebaran Islam di Aceh Besar, sejumlah penduduk setempat memeluk agama Islam sehingga lokasi bangunan yang mulanya untuk candi berubah fungsi menjadi Masjid. Muhammad Daud Syah yang merupakan Sultan Aceh yang terakhir (1874) pernah dilantik di Masjid ini sekaligus menjadikan Indrapuri sebagai ibukota Kesultanan Aceh.

Arsitektur Hindu
Bangunan masjid ini memiliki corak arsitektur Hindu yang terlihat pada atap yang berbentuk limas bersusun tiga, mirip Pura tempat peribadatan agama Hindu sebagaimana agama yang dianut masyarakat sebelumnya. Atapnya di topang oleh 36 tiang kayu, masing – masing 6 tiang dalam bentuk berjajar. Beberapa kayu saling silang dibagian atas untuk penyangga atap.

Masjid yang berbentuk segi empat ini memiliki luas 1880 meter persegi dan tinggi 11,65 meter. Bagian bangunan yang terlihat lebih kontras adalah bagian pondasi yang tingginya mencapai  1,48 meter, sehingga jelas terlihat seperti perpaduan antara bangunan mesjid dan benteng.

Masjid yang tak lekang dimakan zaman ini menjadi bukti sejarah bagaimana Islam dapat berbaur dengan masyarakat dengan mengedepankan nilai – nilai ukhuwah dan toleransi dalam penyebarannya sehingga masyarakat dengan sendirinya berbondong – bondong menjadikan Islam sebagai agamanya, agama  yang Rahmatan Lil ‘Alamin. 
(Dari berbagai sumber)

MUHAMMAD YANIS - Kamis, Desember 18, 2014

Kamis, 11 Desember 2014

JANGAN SEKOLAH KALAU GAK KOMPETEN

Kamis, 11 Desember 2014

Beberapa hari terakhir ini, dunia pendidikan kita diributkan dengan wacana penghentian penggunaan kurikulum 2013 di sekolah - sekolah karena pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah menilai banyak sekolah belum siap melaksanakannya dikarenakan beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penetaran guru, pendampingan guru dan pelatihan kepala sekolah. Terlepas pro dan kontra, pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali berganti kurikulum mulai diberlakukannya kurikulum 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) kemudian diganti dengan Kurikulum 2006 atau lebih familiar dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dan di tahun 2013 berganti lagi menjadi Kurikulum 2013, yang lagi - lagi juga menuai masalah seiiring dengan pergantian pimpinan di kementrian bonafide tersebut.
Kompeten
Kalau merujuk ke kurikulum sebelumnya kurikulum 2004 sebenarnya sudah sangat jelas menekankan kata "kompetensi" sebagai capaian dari pembelajaran. Untuk lebih jelasnya tentang kompetensi dapat dilihat dari pernyataan berikut:
  1. Lancar menulis, membaca dan berhitung
  2. Mampu menggunakan komputer
  3. Hafal rumus - rumus eksak
  4. Terampil membuat laporan lainnya
  5. Mampu membuat gambar 3D, peta dan lainnya.
Pernyataan 1 dan 2 bukan kompetensi  karena hanya mengandung unsur keterampilan (Skill) saja sementara pernyataan 3 hanya hanya berkaitan dengan unsur pengetahuan (knowledge)  saja. Keterampilan dan pengetahuan sangat diperlukan untuk mecapai tingkat kompetensi yang diharapkan. Seorang siswa yang bisa menulis belum bisa dikatakan berkompeten walaupun keterampilan menulis itu sangat penting. Namun ketika siswa tadi bisa mengekspresikan dirinya (perasaan, pikiran, keinginan) melalui tulisan dan  dilakukan secara konsisten sehingga bisa menghasilkan karya - karya seperti cerpen, novel, puisi dan laporan lainnya maka ia dapat dikatakan berkompeten. Begitu halnya seorang mahasiswa yang mampu menggunakan komputer (pernyataan 2) belum juga dianggap kompeten, hingga ada seorang pengusaha properti yang menyuruhnya membuat gambar 3D untuk promosi perumahan yang sedang dibangunnya dan si mahasiswa bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Jika mahasiswa tersebut dapat menjaga pengetahuan, keterampilan dan sikap secara konsisten dan persisten, maka dia layak menyandang prediket ber-KOMPETEN.
Jadi dengan kata lain kunci dari kompetensi adalah menghasilkan suatu produk. Jika pengetahuan dan skill bisa bersinergi menjadi sebuah produk yang konsisten maka kompetensi hadir disana. Kembali ke masalah kurikulum, jika capaiannya adalah kompetensi yang selalu bisa menjawab permasalahan yang konstektual, terlebih menjawab permasalahan umat dewasa ini, maka apapun nama kurikulumnya wajib diperjuangkan. Maka menjadi kompeten adalah suatu kewajiban yang harus terpatri dalam jiwa seorang Muslim.

MUHAMMAD YANIS - Kamis, Desember 11, 2014

Sabtu, 29 November 2014

ALL NEW

Sabtu, 29 November 2014

Kita mungkin sering mendengar istilah ALL NEW yang sering digunakan oleh pengiklan untuk mempromosikan sebuah produk yang berbeda dari pendahulunya atau penemuan sebelumnya. Bisa juga digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang benar - benar baru.

Di abad - abad kebangkitan manusia dewasa ini, ilmu pengetahuan membuat lompatan besar seperti adanya penemuan teknologi terbaru, dengannya para ilmuwan mampu menciptakan komputer, mobil dan sebagainya yang dapat membantu tugas - tugas manusia. . Ditemukannya unsur - unsur kimia baru, fisika juga menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih baik dengan teknologi yang dihasilkan seperti teknologi mesin dan sebagainya.

"Agama" baru bisa saja muncul akibat manusia sudah berpikir rasionalisme, materialisme dan lain sebagainya sehingga membuat banyak orang tergiur dengan sesuatu yang baru tersebut.
Tidak usah heran di zaman serba baru ini agama Islam tidak hanya dipinggirkan tapi juga dilecehkan. Menganggap syariat Islam cuma seperangkat peraturan seperti peraturan lalu lintas yang dapat diubah sesuai kehendak. Akibatnya jadilah Islam sesuai dengan perjalanan sejarah. Islam akan mengikuti kehendak zaman
Sungguh kemampuan manusia sangat terbatas, sehingga apakah layak hasil pikiran dan konsep ideologinya dijadikan pijakan dan dasar hidup, penentu kebenaran di masa kini dan masa kedepannya nanti?

Sadar akan keterbatasannya, dengan gerak dan usaha manusia berusaha mendekati kebenaran Allah dengan Qur'an sebagai pedomannya. Setiap muslim haruslah meluruskan bahwa agama Islam bukanlah ciptaan manusia, namun merupakan petunjuk dari Allah yang diturunkan kepada manusia melalui rasulnya. Islam bukanlah agama yang berpijak pada material semata, bukan sekedar ilmu fisika, tetapi juga metafisika. Bukan hanya mendorong manusia untuk berkemampuan tinggi tapi juga menyatakan manusia harus berserah diri. Bukan hanya memikirkan kehidupan di dunia, dimasa kini, tapi juga memperhitungkan masa nanti, setelah mati, apakah akan ke SURGA ataupun ke NERAKA.

MUHAMMAD YANIS - Sabtu, November 29, 2014

Senin, 24 November 2014

Hidup ini Singkat!

Senin, 24 November 2014

Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia,
BAGAIMANA Anda ingin dikenang?
Jika hari ini adalah hari Anda di dunia,
Apa kata - kata terakhir yang ingin anda dengar?
Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, apakah Anda sudah memberikan yang TERBAIK?
Jika hari ini adalah hari terakhir anda di dunia,
Apa yang Anda tinggalkan?
Apakah Anda layak SUKSES?
Apakah Anda sudah berusaha yang TERBAIK?
Apakah Anda membuat orang lain BANGGA?
Apakah Anda meninggal seperti seorang PEJUANG?
.....atau PECUNDANG?
Berapa jam sehari waktu terbuang percuma?
Semoga masih ada hari esok!
hidup ini pilihan! Mana yang Anda pilih?
Hidup ini singkat, jadi.....
(Disadur dari buku "The Power of Kepepet")

MUHAMMAD YANIS - Senin, November 24, 2014

Kamis, 19 September 2013

Bahan Ajar Pengantar Arsitektur

Kamis, 19 September 2013

MUHAMMAD YANIS - Kamis, September 19, 2013